Admin Baru - Taarufan :-)

Posted by Unknown Selasa, 02 September 2014 0 komentar
Bismillahirahmanirahim
Assalamualaikum temen temen, gimana kabarnya? khoir? hehe, sebelum memulai segala sesuatu ada baiknya kita mulai dengan bismillah dan taarufan.
nah kan bismilah nya udah tuh di atas? sekarang tinggal taarufannya ya :D
insya Allah yang akan mengurus blog untuk tahun ini ialah biro dakwah dan infokom :

Muhammad Yazid
Fakultas Ekonomi Islam
semester 3

Wira Lesmana
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Semester 3

Siti Rahmah
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Semester 3

Qonita Husnul Afifah
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Semester 3








untuk foto akhwat belum pasang foto asli, soalnya admin belom ngantongin ijin buat pasang foto mereka ;->
hm, apalagi yah, mungkin untuk taarufan sama admin cukup segini dulu, untuk selanjutnya insya allah admin bakal intensif untuk memposting postingan yang bermanfaat :) amin
Sekian dari admin
Wassalamualaikum wr wb
- ghost

Baca Selengkapnya ....

MENURUT AYAH, APA YANG HEBAT DARI AKU ???

Posted by Unknown Senin, 11 Agustus 2014 1 komentar
MENURUT AYAH, APA YANG HEBAT DARI AKU ???
Ayah mengapa kadang-kadang seseorang begitu sulit mewujudkan mimpi-mimpinya? Mengapa anak-anak ayah yang lain menjadi orang yang berpestasi dan berhasil sementara aku  hanya menjadi pelajar biasa dengan nilai-nilai yang tidak terlalu baik? Aku juga ingin membahagiakan ayah dan ibu seperti apa yang dilakukan Kirana, juara lomba ini dan itu. Tapi, mengapa aku tak bisa melakukannya?” tanya Kautsar pada ayahnya.

“Tidak ada yang sulit selama kita mengetahui potensi terbaik yang kita miliki, Kautsar. Kemudian kita serius untuk mengasah dan mengolahnya supaya menjadi lebih baik lagi. Lagi dan lagi. Maksud ayah, kita harus berusaha. Lalu bersabar dengan setiap prosesnya.”
Kautsar mencerna apa yang dikatakan ayahnya. Di senja yang gerimis itu angin berhembus perlahan. Genangan air bekas hujan terserak basah. Ada bangku tembok dibawah rerimbunan bunga bougenville di taman belakang rumah mereka. Kautsar dan ayahnya duduk berdampingan – menghabiskan waktu berdua di halaman belakang rumah mereka. Daun-daun bersigesek, bergetar perlahan dibelai angin senja.
“Aku selalu sulit menemukan apa yang baik dari ku, Ayah. Mengapa seseorang bisa sulit menemukan yang hebat dari dirinya sementara ia sedang begitu iri pada orang lain yang selalu beruntung dalam hidup mereka?”
Ayah tersenyum saat wajah Kautsar tampak mulai murung dan putus asa. Kautsar menopang dagunya dengan kedua tangannya.
“Pada suatu hari, disuatu masa, seorang bangsawan Prancis yang tinggal di kota Paris mengumumkan kepada semua orang bahwa dia begitu membenci menara Eiffel. Tetapi anehnya, setiap hari saat makan siang dan makan malam, dia selalu memilih tempat di sebuah restoran tepat dibawah menara Eiffel. Sahabat, kolega, dan keluarganya tentu saja bertanya-tanya, bukankah dia sangat membenci menara Eiffel?”
Kautsar tampak serius memperhatikan cerita Ayahnya, “Menurutmu, Kautsar, mengapa bangsawan itu selalu makan siang dan makan malam di restoran yang tepat berada dibawah menara Eiffel?”
Kautsar tampak berpikir serius, “Mungkin karena di sana ada makanan favoritnya?” tebaknya.
Ayahnya menggeleng dengan wajah senyum.
Kautsar tampak berpikir sekali lagi, “Mungkin karena suasana di restoran itu begitu indah dan nyaman?”
Ayahnya sekali lagi menggeleng.
“Aku tidak tahu.” Kautsar akhirnya menyerah.
Ayahnya menahan senyumnya, kemudian menarik napas panjang sebelum meneruskan ceritanya, “Kau tahu, Kautsar, mengapa bangsawan itu memilih tempat yang justru paling dekat dengan menara Eiffel, tepat di bawahnya? Karena itulah satu-satunya tempat di paris di mana menara Eiffel tak tampak!”
Kautsar tersenyum lebar, “Ah, ya! Mengapa tak terpikirkan?” katanya.
“Ya mengapa tak terpikirkan?” kata ayahnya sambil tersenyum, “Mengapa tak terpikirkan bahwa kita begitu sulit menemukan kemampuan terbaik dari diri kita karena kita terlalu sering berada dibawahnya? Kadang-kadang kita terus-menerus bersembunyi tepat dibawah diri kita, sehingga tak mampu melihat siapa diri kita sebenarnya.”
Kautsar mengangguk-angguk. “Ayah beritahu aku bagaimana caranya keluar dari dalam diri kita aga bisa melihat hal hebat dari diri kita yang selama ini tak terlihat?”
“Mungkin kau bisa menanyakan pada orang lain, apa yang kalian pikir hebat dariku? Dengan terlebih dahulu menunjukan sebanyak mungkin apa saja yang kau bisa lakukan. Jangan diam saja. Lakukan apa saja yang kamu bisa. Buat semua orang tahu.pada gilirannya, semua orang dan dunia, akan memberitahumu apa yang paling hebat darimu!”
Kautsar tampak begitu bergairah, matanya berbinar, “Menurut ayah, apa yang hebat dari aku?”
Ayahnya menahan tawa. Kautsar jadi cemberut. Lalu ayahnya menepuk-tepuk pundak Kautsar, “Setahu ayah, kamu selalu hebat dalam olah raga. Kamu hebat ketika menggiring bola dan membuat gol. Ayah melihatmu saat pertandingan sepak bola dua bulan lalu. Kamu juga hebat dalam olah raga lainnya, basket misalnya. Bukankah kamu selalu terpilih menjadi pemain inti tim basket sekolah?”
“Olah raga kadang dipandang sebelah mata, Ayah.”
“Tidak kalau kamu menunjukan prestasi yang luar biasa. Dan siapa bilang kamu tidak bisa melakukannya? Sekarang teruslah berlatih. Kau tahu Michael Jordan berlatih lima jam sehari sebelum menjadi megabintang NBA. Maradona berlatih lima hari dalam seminggu sebelum dia dikenal sebagai legenda sepakbola. Seperti mereka, yang mesti kau lakukan adalah menunjukan apapun yang terbaik yang kamu bisa.”
Kautsar mengangguk-angguk. “Mulai sekarang, aku tak akan ragu lagi bercita-cita menjadi seorang atlet hebat, Ayah! Aku pikir ayah dan ibu akan bangga kalau aku berprestasi dalam pelajaran, ternyata selama ini aku keliru.”
Ayahnya tersenyum. “Tidak, anakku. Ayah dan ibu bangga saat kau bisa mengejar dan mewujudkan impianmu. Sebab pada saat kau berusaha mewujudkan impian dan cita citamu sendiri, kamu tengah terus-menerus belajar untuk menjadi dewasa. Pada prinsipnya, semua perjalan mewujudkan impian, selalu adalah proses menuju kedewasaan, Kautsar.”
*******
Dari bukunya Fahd Djibran, Bondan Prakoso & Fade2Black. Hidup Berawal dari Mimpi.
Semoga Bermanfaat [Kisah Inspiratif] by One2

Baca Selengkapnya ....

TANAH YANG PENUH ULAR BERBISA

Posted by Unknown Kamis, 07 Agustus 2014 0 komentar
TANAH YANG PENUH ULAR BERBISA
Dikisahkan di belahan dunia lain, tepatnya di Amerika ada seorang lelaki yang mengalami pensiun dini. Setelah mengambil uang pesangon, dia membaca iklan koran yang isinya menjual sebidang tanah dengan harga murah. Dia tertarik, harga tanah itu sangat murah dan uang pesangonnya juga mencukupi. Tanpa memeriksa kondisi tanah tersebut, dia langsung menemui perusahaan yang ingin menjual tanah dan membayarnya kontan dengan uang pesangonnya.
Namun, ketika memeriksa tanah barunya tersebut, dia langsung shock. Tanah itu rusak dan tidak bisa dimanfaatkan. Bagaimana bisa dimanfaatkan, sedang tidak ada sumber air, tandus, tidak rata, dan penuh dengan ular berbisa yang besar dan menakutkan.

Akhirnya lelaki tersebut pulang ke rumah dan merenungi musibah yang menimpanya. Kemudian dia menemukan ide baik. Dia memutuskan untuk menjadikan tanah tersebut untuk menjadi ternak ular. Dia pun segera mengikuti training beternak ular dan memulai pekerjaannya dengan semangat tinggi.
Apa yang terjadi? Orang tersebut benar-benar menjadi pengekspor ular besar ternama yang banyak melakukan kontrak dengan berbagai kebun binatang. Tempat peternakannya juga menjadi tujuan pabrik sepatu dan ikat pinggang untuk membeli kulit ular. Dia juga mendirikan laboratorium di dalam peternakannya, mengumpulkan bisa ular dan menjualnya ke toko obat. Selain itu, dia menjadikan peternakannya sebagai kawasan rekreasi yang indah memesona. Semua itu mendatangkan pemasukan yang jauh lebih besar dibanding ketika tanah itu bisa ditanami.
Maka ubahlah sengsara menjadi nikmat ! .... dengan selalu berpikir positif terhadap apa yang telah Allah berikan [takdirkan] kepada kita. Karena Allah lebih mengetahui tentang kita, kebaikan yang akan di peroleh, serta tidak akan memberikan ujian yang hambanya tidak mampu untuk memikulnya.
******
ditukil dari Khalid 'Umar 'Abdurrahman ad-Dusuqi, Bawaits as-Surur, Maghfirah Pustaka Jakarta
Semoga bermanfaat [Kisah Inspiratif] 
By One2@ Share

Baca Selengkapnya ....

Penghuni Adelaide, pesisir timur Australia

Posted by Unknown Sabtu, 16 November 2013 3 komentar
Koala (Phascolarctos cinereus) adalah salah satu binatang berkantung (marsupial) khas dari Australia dan merupakan wakil satu-satunya dari keluarga Phascolarctidae.
Pada umumnya, banyak dikatakan bahwa kata koala berasal dari bahasa Australia pribumi yang berarti tidak minum. Koala sebenarnya minum air tetapi sangat jarang karena makanannya, daun ekaliptus, sudah mengandung cukup air sehingga koala tidak perlu turun dari pohon untuk minum.
Koala dapat ditemukan di sepanjang pesisir timur Australia mulai dari Adelaide sampai ke Semenanjung Cape York, dan sampai jauh ke pedalaman karena ada curah hujan yang cukup untuk mendukung hutan yang cocok bagi koala.
Koala di Hut

an Manna Gum, sebelah selatan Victoria.
Koala mirip dengan wombat (saudara terdekat mereka), namun memiliki bulu yang lebih tebal dan lembut, telinga yang lebih besar, dan kaki-tangan yang lebih panjang dilengkapi dengan cakar yang besar dan panjang untuk membantunya memanjat.
Beratnya bervariasi dari 14 kg untuk jantan selatan yang besar, sampai 5 kg untuk betina utara yang kecil. Mereka biasanya diam, tetapi koala jantan memiliki teriakan penarik yang kuat yang dapat didengar hampir satu kilometer pada musim kawin.
Ekologi dan tingkah laku
Tampak seekor koala sedang memakan daun ekaliptus.
Koala hidup hanya dari daun ekaliptus. Daun ekaliptus mengandung protein dalam jumlah rendah, zat tak tercerna dalam kadar tinggi, dan mengandung senyawa fenol dan terpena yang beracun bagi spesies lain. Seperti wombat dan kukang, koala memiliki tingkat metabolisme yang rendah untuk seekor mamalia dan istirahat tanpa bergerak sekitar 20 jam sehari, dari kebanyakan waktu tersebut digunakan untuk tidur. Mereka makan tidak tergantung waktu, tetapi biasanya pada malam hari. Koala umumnya memakan 500 gram daun eucalyptus per hari, mengunyah mereka sampai menjadi pasta yang halus sebelum menelannya. Hatinya memisahkan bahan beracun dan siap untuk dibuang, dan "hind gut"nya (terutama caecum) lebih besar untuk mengambil jumlah nutrisi maksimum dari makanan yang berkualitas rendah.
Referensi budaya populer
Di budaya populer orang Barat, koala biasanya digambarkan sebagai sesuatu yang polos dan menyenangkan untuk dipeluk atau sebagai orang tua yang keras kepala yang tidak mudah diyakinkan oleh hal-hal disekitarnya.
·         Di seri iklan komersilnya, Qantas airlines menggunakan Koala sebagai karakter yang selalu mengeluh tentang reliabilitas penerbangan.
·         Team rugby Queensland Reds menggunakan koala sebagai logonya.
·         Acara anak-anak Australia mempunyai karakter animasi The Koala Brothers.
·         Blinky Bill adalah bintang koala di beberapa buku, acara TV, film, dan permainan.
·         "Koala Lumpur: Journey to the Edge" adalah permainan komputer dengan koala sebagain karakter utama.
Koala sebagai binatang peliharaan
 
Seekor Koala.Walaupun penampilannya yang lucu, koala tidak pada umumnya dijadikan binatang peliharaan karena koala tidak cocok dengan lingkungan pinggiran kota. Di Australia menjadikan koala sebagai binatang peliharaan adalah melanggar hukum.
Referensi
Ben Fordham, "Koala cull: the Kangaroo Island controversy", A Current Affair (15 April 2004).

Baca Selengkapnya ....

10 Karakteristik Imam Masjid (Pemimpin)

Posted by Unknown Selasa, 05 November 2013 2 komentar

Peran dan fungsi imam masjid yang sedemikian strategis dengan tugas-tugasnya yang amat penting membuat seorang imam harus memenuhi profil ideal. Tapi karena imam masjid kita umumnya baru sebatas bisa memimpin shalat berjamaah, maka tugas imampun baru sebatas itu. Kedudukannyapun akhirnya berada di bawah pengurus masjid, bahkan tidak sedikit yang hanya menjadi pegawai masjid yang sewaktu-waktu bisa diberhentikan oleh pengurus masjid. Oleh karena itu, ada beberapa sifat yang harus dimiliki oleh imam masjid.


1.      RABBANI.
      Melaksanakan tugas-tugas imam merupakan upaya mewujudkan masyarakat yang rabbani, yakni masyarakat yang sikap dan prilakunya disesuaikan dengan nilai-nilai yang datang dari Allah sebagai rabb (tuhan). Harapan Allah agar manusia menjadi orang yang rabbani tergambar dalam firman-Nya yang artinya: Tidak wajar bagi manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah,” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya” (QS 3:79).
      Karena itu, nilai-nilai yang rabbani harus terlebih dahulu terwujud dalam diri seorang imam agar tidak terjadi kontradiksi antara pelaksanaan tugas yang dilakukan dengan sikap dan prilakunya sehari-hari, karena hal itu justeru akan mendatangkan kemurkaan dari Allah Swt, Allah berfirman yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu katakan apa yang tidak kamu kerjakan, amat besar kemurkaan disisi Allah.kepada orang yang mengatakan apa yang tidak dikerjakannya (QS 61:2-3).

2.      IKHLAS.
      Dalam setiap amal, keikhlasan merupakan modal penting. Sebanyak dan sebesar apapun amal seseorang bila tanpa keikhlasan tidak ada nilai apa-apanya di sisi Allah Swt. Dengan keikhlasan, tugas-tugas yang berat akan terasa menjadi ringan, sementara tanpa itu, jangankan yang berat, yang ringan saja terasa menjadi berat. Bila fungsi imam hendak diwujudkan secara ideal, maka tugas imam menjadi terasa berat dan keikhlasan menjadi amat penting. Disamping itu, keikhlasan juga membuat seorang imam tidak bermaksud memperoleh keuntungan materi meskipun mungkin saja dia mendapatkan imbalan materi dengan sebab waktunya yang habis digunakan untuk kepentingan masjid sehingga dia tidak sempat lagi mencari kehidupan duniawi. Allah Swt berfirman yang artinya: Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadanya dalam (menjalankan) agama dengan lurus (QS 98:5)

3.      SHABAR.
      Keshabaran yang merupakan wujud dari menahan diri dari sikap dan prilaku emosional merupakan sesuatu yang amat diperlukan oleh seorang imam, apalagi tugas imam dalam menghadapi jamaah yang banyak dengan sikap dan prilaku yang beragam. Keshabaran Rasulullah Saw sebagai imam masjid membuat orang badui yang kencing di dalam masjid tidak dimarahinya secara emosional, karena memang orang itu tidak mengerti aturan, tapi justeru beliau mengarahkan dimana seharusnya seseorang membuang kotoran di lingkungan masjid itu. Begitu juga dengan sikapnya yang tetap lemah lembut dalam menghadapi anak-anak meskipun mereka agak “mengganggu” ketenangan beribadah, karena mereka harus menjadi orang yang senang berada di masjid untuk melaksanakan kegiatan yang positif. Allah Swt berfirman yang artinya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu (QS 3:159).

4.      ADIL DAN BIJAKSANA.
      Tidak sedikit masjid yang menjadi lahan rebutan bagi kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat atau jamaahnya untuk menguasai guna mengembangkan pendapat dan pahamnya masing-masing, disamping itu terjadi juga konflik antara yang tua dengan yang muda, bahkan konflik kepentingan politik. Karena itu, imam harus bertindak adil dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan kelompok dan berbagai kepentingan sehingga bisa mengarahkan masjid pada fungsi yang sebenar-benarnya yang salah satunya adalah sebagai pusat untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah, dari sini diharapkan terwujud sikap saling hormat menghormati dan menghargai perbedaan pendapat.
      Selama jamaah memiliki maksud baik, dilakukan dengan cara-cara yang baik, maka seorang imam selalu berusaha menjembatani hubungan antar kelompok-kelompok dalam masyarakat, hal ini karena memecah-belah umat melalui masjid merupakan cara-cara yang dilakukan oleh orang-orang munafik, Allah Swt berfirman yang artinya: Dan (diantara orang-orang munafik itu) ada orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mu’min) dan karena kekafiran (nya), dan untuk memecah-belah antara orang-orang mu’min serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan”. Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya)” (QS 9:107). 

5.      JUJUR.
      Salah satu pilar penting yang harus tegak dalam kehidupan masyarakat Islam adalah kejujuran. Namun hal ini harus kita sadari sebagai sesuatu yang tidak terwujud dengan sendirinya, diperlukan proses yang sungguh-sungguh, karena itu imam masjid sangat dituntut untuk memiliki sifat jujur. Apabila seorang imam telah memiliki sifat jujur, maka apa yang menjadi pesan dan programnya diwujudkan juga dalam kehidupannya sehari-hari.

6.      BERILMU.
      Dalam mengurus apapun, ilmu yang banyak dan wawasan yang luas amat diperlukan, apalagi dalam kapasitas sebagain imam yang harus memimpin dan membimbing masyarakat. Ilmu keislaman merupakan sesuatu yang mutlak  untuk dipahami dan dikuasai dengan baik sehingga seorang imam tidak bingung dalam menyikapi, menanggapi dan menjawab masalah-masalah yang terkait dengan bidang keagamaan atau keislaman. Wawasan kontemporer atau masalah kekinian yang berkembang juga amat perlu untuk dipahami oleh seorang imam, karena dengan demikian, persoalan yang berkembang itu bisa disikapi tanpa harus melanggar nilai-nilai Islam bahkan justeru nilai-nilai Islam bisa memberi arah yang positif. Keharusan memiliki ilmu yang banyak dan wawasan yang luas juga adalah karena seorang imam tidak boleh sembarangan bertindak karena akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah Swt kelak, Allah Swt berfirman yang artinya: Dan Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya (QS 17:36)

7.      MENGUASAI KONSEP MANAJEMEN MASJID
      Terwujudnya masjid yang makmur dan ideal merupakan tanggung jawab umat Islam secara bersama-sama, baik pengurus, imam maupun jamaah secara keseluruhan. Imam masjid punya peran yang sangat penting dalam upaya ini, karena itu, imam masjid seharusnya memahami dan menguasai konsep manajemen masjid sehingga dengan demikian ia bisa mengarahkan langkah pemakmuran masjid sebagaimana mestinya.  Tanpa pemahaman terhadap konsep manajemen masjid akan membuat seorang imam tidak bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya, dia tidak mengarahkan jamaah apalagi mengarahkan pengurus masjid dalam upaya memaksimalkan fungsi masjid. Keharusan seorang imam memahami konsep manajemen masjid bisa kita rujuk pada firman Allah pada surat 17:36 di atas.
 
8.      MEMAHAMI JIWA JAMAAH
      Imam masjid idealnya memahami jiwa jamaahnya yang beragam, baik beragam dari segi suku, paham keagamaan, latar belakang pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan, usia dan sebagainya. Memahami jiwa jamaah ini akan membuat seorang imam bersikap dan bertindak yang bijaksana sehingga jamaahnya tetap mau aktif di masjid dalam upaya memakmurkannya, bukan malah menjauh dari masjid yang membuat masjidnya menjadi tidak makmur. Ketika Rasulullah Saw didatangi oleh seorang pemuda yang meminta dibolehkan melakukan perzinahan, para sahabat sangat marah pada pemuda itu, tapi Rasulullah Saw mencegah kemarahan sahabat agar tidak sampai pada tindakan yang bersifat fisik. Rasulullah justeru bertanya kepada pitu: “Bagaimana perasaanmu bila ibu atau saudara perempuanmu dizinahi orang lain?”. Maka pemuda itupun menunjukkan ketidaksukaannya. Rasulullah kemudian bersabda: “Begitu pula halnya dengan saudara laki-laki atau bapak dari wanita yang akan engkau zinahi, dia tentu akan marah kepadamu”.

9.      TANGGAP.
      Imam masjid juga sangat dituntut untuk bersikap tanggap terhadap berbagai persoalan dan kejadian, baik di masjid maupun di lingkungan jamaahnya. Kalau mendengar apalagi mengetahui ada jamaah yang sakit atau menderita, maka imam masjid tanggap untuk menggerakkan pengurus dan jamaah guna memberikan pertolongan. Ketika ada jamaah yang nampak punya persoalan yang harus dibantu pemecahannya, maka imam masjid tanggap untuk melakukan pemecahan masalah jamaah masjid dan begitulah seterusnya. Rasulullah Saw memang sangat tanggap dalam menyikapi persoalan-persoalan jamaahnya.

10.  SEJUK DAN BERWIBAWA.
            Dalam kehidupan masyarakat kita sekarang, sangat dibutuhkan adanya pemimpin dan pengayom masyarakat yang sejuk pembawaannya sehingga masyarakat memiliki kedekatan hubungan tanpa  mengabaikan kewibawaan. Imam masjid idealnya memiliki sifat ini sehingga pendapat, kata-kata dan kebijakannya dipatuhi oleh jamaah karena mengandung nilai-nilai yang benar, bukan karena takut kepada pemimpin. Imam masjid memiliki kewibawaan karena kebenaran dan keshalehannya.
            Sebagai seorang imam masjid, apa yang menjadi fatwa dari Rasulullah Saw selalu didengar dan dipatuhi. Ketika seorang sahabat Abdullah bin Ummi Maktum yang buta matanya minta keringanan agar dimaklumi atau dibolehkan untuk shalat  di rumah, maka Rasulullah Saw menanyakan kepadanya : “apakah engkau mendengar azan?”. Karena jawabannya “ya”, maka Rasulullah tetap menekankan kepadanya untuk datang ke masjid guna menunaikan shalat berjamaah, dan Abdullah-pun terus mendatangi masjid guna pelaksanaan shalat berjamaah.   
            Demikian secara umum profil imam masjid yang perlu ditumbuhkan dan diperkokoh agar kelak imam-imam masjid kita menjadi imam yang ideal. Manakala kualitas imam tidak ditingkatkan, maka peran yang bisa dilaksanakannyapun akhirnya hanya sebatas memimpin shalat berjamaah. wallahu A'lam

Baca Selengkapnya ....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

This Blog?
Klik Klik

Find us on Facebook

Join this Blog